Kota Kinabalu oh Kota Kinabalu

on Friday, 26 December 2008

Sabah terkenal sebagai sebuah destinasi yang maju di dalam pelancongan. Sepanjang bercuti saya sempat mengunjungi dua buah pusat pelancongan iaitu Kinabalu Pine Resort di Kundasang dan Mimpian Jadi Resort di Tuaran.

Kundasang menurut Wikipedia adalah sebuah kampong yang terletak 6 KM daripada Taman Kinabalu yang terkenal dengan tanaman sayur-sayuran, dan dekat dengan Gunung Kinabalu dan mempunyai pemandangan yang indah. Populasi utama ialah suku kaum dusun dan sedikit kaum cina.

Pun begitu, bagi saya tiada yang lebih indah di Kundasang melainkan merasai suhunya yang sejuk dan segar sepanjang masa. Keaslian dan keunikan tempatnya juga masih terasa. Tidak seperti di tempat-tempat lain yang sibuk dengan pembangunan sana dan sini yang tidak terancang. 

Lihat sajalah Kota Kinabalu sekarang. Sememangnya kelihatan maju dengan pembangunan tetapi apa yang saya lihat, konsep pembangunan yang konon ala-ala KL tu sebenarnya amatlah menyesakkan sehingga menjejaskan keunikan Jesselton. 

Bukanlah anti kepada pembangunan, tetapi pembangunan haruslah terancang, mesra alam dan mengekalkan konsep hijau. Lagi-lagi bila Kota Kinabalu dirancang untuk dijadikan Bandar pusat membeli-belah, maka lagi terserlahlah untuk menjadikan KK ini sebagai KL. Perkembangan positif dari sudut ekonomi tetapi keseimbangan pembangunan perlulah difikirkan juga.

Tidak guna pembangunan bukan main gah dan grand hanya di sebuah tempat, tetapi kemudahan infrastruktur di tempat-tempat lain masih ditahap yang memalukan.

Dan tidak guna juga mempunyai bangunan yang cantik-cantik dan grand jikalau cara pemikiran orang kita yang selalu ke belakang dan negative.  

I'am too small

on Thursday, 18 December 2008

Yesterday saya attend interview untuk post lecturer utk SKTM di UMS. Yes, saya memang ada menghantar semua butiran diri ke sana sebelum ini, tetapi tidaklah expect mereka akan panggil interview awal since I'am only finished on May 2009. 

I'am not very sure bagaimana sistem UMS sebenarnya. Mereka hanya memaklumkan interview tersebut sehari sebelum interview, itu pun petang, main call saja. Saya diberitahu supaya prepare mock teaching. Preparation last minit memang amat menyusahkan saya since saya paling tidak suka untuk tidur lambat sangat.

Jadi apa yang sempat prepare, itu sajalah yg ada. Material untuk mock teaching sekadar part and partial of my thesis, lebih paham. 

Interview was held dekat bangunan canseleri. Bila sampai sana, adalah lebih kurang 10 orang sedang menunggu. Cerita sana and cerita sini buat saya rasa amat terlalu kecil dan terlalu junior di sana. Salah seorang yang perlu saya saingi ialah bekas timbalan dekan di salah sebuah fakulti di USM yang mempunyai pengalaman mengajar selama 6 tahun. Semua calon terlalu hebat dan amat senior-senior belaka secara tidak langsung membuatkan saya meletakkan 0% harapan untuk interview ini plus tiada cukup preparation. 

I don't any problem in mock teaching sebab belajar master secara kerja kursus telah membuatkan saya begitu muak dengan presentation setiap minggu. Dua orang panel yang menilai mock teaching tersebut pun ok juga, n pada mulanya mereka tidak bertanya apa-apa selepas saya mengajar. Tetapi menjadi habit saya di uitm yang selalu mengakhiri apa-apa pembentangan dengan "any question?", dan saya terlepas cakap selepas mock teaching...Duhhhhhhhhhhh... lalu ditanyalah soalan bertalu-talu. 

Then, lepas teaching tu barulah real interview menghadapi 4 orang panel. Salah seorang dari mereka ialah Dekan SKTM tu sendiri. Rasa gugup jangan cakaplah. Dalam beberapa interview yang pernah attend before, yang ni amat terlalu sangat gila gila punya gugup lah. Punyalah darah gemuruh rasa macam saluran darah ni mo pecah and memancutkan darah-darah. Hehehehe. 

It is not that easy lah, tapi saya percaya pada diri sendiri and kalo ada rezeki ia tak akan ke mana. Ayat stereotaip la sangat.....

Before married and After Married

on Saturday, 6 December 2008

Before married and After married..

Before marriage.
Darling here.. darling there...
After marriage.
Baling here... baling there..

Before marriage. .
I die for you. . .
After marriage.
"You die, up to you. "
Lagi lama married. .
You die I help you!

Before marriage. .
You go anywhere. . I follow you.
After marriage. . .
You go anywhere. . up to you.
Lagi lama married. . .
You go anywhere better get lost!!

Before wedding
you are my heart, you are my love"
After wedding
"you get on my nerves. "

Before wedding
"you are sweet and kind just like 
Cinderella"
After wedding
"you are worse than godzila"

Before wedding
Roses are red, violets are blue. Like it or not, 
I'm stuck with you
After wedding
Roses are dead, I am blue. You get on my 
head, I will sue you

Before wedding
Every makan he brings you to Shangri-La
After wedding
You want to go, he says you wait-la

Before wedding
She looks like Anita Sarawak
After wedding
Don't know whether katak or biawak

Before wedding
Weekends at Cameron, Genting and Fraser's Hill
After wedding
Furthest you go is Maxwell Hill

Before wedding
He opens the car door
After wedding
He opens his mouth and snores

Before wedding
She / he was your ideal
After wedding
She / he becomes your ordeal

Engagement

on Wednesday, 3 December 2008

When you’re engaged, you’re about encountering in another phase of your life. I can understand an engagement as a pre-marriage, a very deep and final preparation towards marriage. You might say she/he is your soul-mate, I love you, you love me, sehidup semati and all over. Lots of janji-janji manis mu lah and kata-kata indahla at this phase.uwekkkkkkkkk

In-fact, I think majority ( sorry, I’am not statistically state out figure) of couples does not know who exactly their partner. To me, it is very compulsory to recognize as much as possible your lover. Show-off everything about yourself (bad and good) and be transparent with your lover…Your lover must know who you are, can accept anything about you and vice versa. 

Most of them only recognize their partner after married..sebab tu la lepas kawin banyak ja komplen. Maka kedengaranla ayat ni, eeee dulu dia x macam ni, eeee saya tidak sangka dia macam tu, and blab la bla bla… But it is ok lah if you can accept and considerable..cinta punya pasal kunun…Tapi jika ada benda yang you cannot accept maka ia akan disimpan dalam hati, makan hati, and lama2 you may burst and the worst case is divorce lah sepertilah yang kita lihat pada dunia hari ini…

Hey…berleter lagi. Just want to wish selamat bertunang to my soul-cousin wai, yang baru bertunang sabtu lepas. Hantaran RM10,000, seekor kerbau and sebentuk cincin. Mahal perempuan sekarang, ngada-ngada betul.

After sarung cincin...

Kenal sejak baby lagi dia ni...